Pages Menu
Categories Menu

Posted by in Pola Hidup Sehat

Cara efektif membuang tumpukan racun dalam tubuh

Membuang racun dari dalam tubuh atau yang biasa disebut dengan istilah proses detoksifikasi merupakan sesuatu hal yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Racun-racun didalam makanan yang sudah kita konsumsi akan menumpuk dan terus menumpuk didalam tubuh jika proses detoksifikasi alamiah tubuh manusia tidak berjalan dengan baik. Lalu bagaimanakah cara efektif membuang tumpukan racum dalam tubuh jika tubuh tak memapu lagi mendetoks diri sendiri?

Banyak orang yang sudah saah paham tentang proses detoksifikasi. Sehingga banyak pihak yang sengaja memanfaatkan ketidaktahuan ini dengan cara detoks yang keliru.  Contohnya, dnegan menjual berbagai jenis suplemen ataupun obat yang dapat mendetoksifikasi tubuh. Padahal detoksifikasi yang sebenarnya ialah mekanisme untuk dapat membuang atau menetralkan racun di dalam tubuh.

Cara efektif membuang tumpukan racun dalam tubuhHal ini yang  kemudian dipopulerkan oleh bagian promosi sebuah produk untuk dapat mengenalkan produk mereka. Padahal detoksifikasi adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh banyak orang yaitu berpuasa. Karena, saat perut dalam keadaan kosong itulah organ pencernaan dapat beristirahat. Sayangnya, terkadang momen puasa yang bagus untuk tubuh ini dihancurkan oleh kebiasaan berbuka puasa dengan makan besar atau sepuasnya.

Hal ini yang dapat membuat perut harus bekerja lebih ekstra. Di sinilah perlunya melakukan proses detoksifikasi, yaitu ketika tubuh tidak lagi maksimal berkerja membuang toksin atau racun dari dalam tubuh. Proses detoksifikasi diperlukan jika tubuh mulai menunjukkan gejala-gejala tidak nyaman setelah bangun tidur. Antara lain, sering merasa lelah, lesu, bau napas tidak sedap, mengalami gangguan kulit, dan sakit kepala yang terus berulang.

Jika sudah Anda suah merasakan tanda-tanda seperti itu, bisa jadi proses detoksifikasi alamiah yang dilakukan tubuh melalui keringat, urine, dan feses tidak lagi bekerja dengan benar. Akibat tubuh yang sudah terlalu lama memakan makanan yang tidak sehat. Ada 2 metode proses detoksifikasi yang efektif yakni, puasa air dan puasa jus. Metode puasa jus dengan memanfaatkan bauah dan sayur merupakan pilihan proses detoksifikasi tubuh yang paling aman.

Jika memilih melakukan puasa air, reaksi tubuh akan lebih hebat, sehingga ini tidak dianjurkan untuk pemula. Reaksi-reaksi yang dapat dilihat adalah warna urine menjadi lebih keruh, sering buang angin, mual-mual, dan feses berlendir. Biasanya reaksi detoks ini akan muncul pada hari ketiga. Untuk dapat mengantisipasi efek detoks tersebut, disarankanan selama proses detoksifikasi, jangan berpanas-panasan di bawah sinar matahari, sering minum, dan tidak melakukan aktivitas terlalu padat.

Waktu optimal untuk melakukan proses detoksifikasi yakni 7-40 hari. Bagi yang berminat melakukan proses detoksifikasi selama lebih dari 7 hari,  disarankan untuk didampingi oleh dokter atau ahli nutrisi yang sudah menguasai masalah terapi detoks.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *